ULTRAS KEDIRI
| Tentang Kami |
| VISI dan MISI |
| Member |
Menu tambahan
| Forums |
| Buku Tamu |
| Hasil Bola Dunia |
LOGIN
Statistics
Members: 44News: 104
Web Links: 9
Anggota Online
No Users OnlineSponsored Links
| Kalah Ya Kalah! |
|
|
|
| Written by admin | |
| Monday, 31 December 2007 | |
|
Delapan Besar, Macan Putih Main di Solo
JAKARTA - Mimpi buruk itu akhirnya datang juga kemarin. Macan Putih Persik harus mengubur keinginannya bermain di kandang sendiri saat delapan besar. Gara-garanya, mereka tergelincir di pertandingan terakhirnya. Menghadapi Persitara, skuad Macan Putih takluk 1-2 (0-0). Dengan kekalahan tersebut maka posisi Persik tetap tak beranjak dari peringkat keempat dengan 56 poin. Dan, mau tidak mau, Macan Putih harus bermain di Stadion Manahan Solo di delapan besar nanti. Dari grup ini, Persik akan bergabung bersama dengan Persija yang menjadi runner up Wilbar setelah menang 4-0 atas Semen Padang. Serta peringkat pertama wiltim Persipura dan peringkat tiga wiltim Deltras Sidoarjo. Kembali ke pertandingan Persik melawan Persitara, Macan Putih yang dituntut harus menang agar bisa menduduki posisi ketiga sebenarnya berusaha tampil menyerang. Sayang, duet striker Christian Gonzales dan Musikan yang diturunkan sejak awal tak berhasil mengoyak jala gawang Persitara. Hingga turun minum, kedudukan tetap 0-0. Di babak kedua, pelatih Daniel Roekito mengambil keputusan dengan menarik keluar Musikan digantikan Jefri Dwi Hadi pada menit ke-48. Memainkan gelandang, Daniel sepertinya ingin memperkuat lini tengah. Sayangnya, perubahan strategi ini ternyata justru membawa petaka bagi Persik. Karena pada menit ke-79, striker Persitara Kurniawan Dwi Julianto mencetak gol. Memanfaatkan kemelut di mulut gawang Persik, Kurniawan dengan mudah menabrak bola di mulut gawang. Bola pun meluncur tanpa mampu dijangkau kiper Kurnia Sandy. Pada menit ke-87, striker Abdurrahman terjatuh di kotak terlarang karena disliding Aris Budi Prasetyo. Wasit Fiator Ambarita langsung menunjuk titik 12 pas. Keputusan wasit Fiator ini sempat membuat pemain Persik protes. Tetapi, wasit bergeming dengan keputusan. Dan, Bationo Germain yang ditunjuk sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Bola meluncur ke tengah dengan leluasa karena kiper Kurnia Sandy ngambek dengan hanya bersandar di tiang kanan gawang. Tertinggal 0-2 ini membuat Persik berusaha mengejar ketertinggalannya. Gonzales akhirnya memperkecil kedudukan lewat tendangan penalti di menit ke-90. Penalti diberikan karena Gonzales dijatuhkan kiper Dadang di kotak terlarang. Kekalahan Persik dari Persitara ini membuat kubu Macan Putih kecewa. Bahkan, pelatih Daniel Roekito sendiri enggan untuk berkomentar dan tidak menghadiri jumpa pers. "Kalah ya kalah," ujar pelatih Persik Daniel Roekito ketika dihubungi lewat ponselnya kemarin. Soal permainan, Daniel enggan memberikan evaluasi. "Nanti lihat saja di siaran tunda," elaknya. Daniel mengatakan dengan harus bermain di Stadion Manahan Solo maka Persik harus mau menerimanya. "Kalau sudah begini mau bagaimana lagi. Kami harus siap main di Solo," ujarnya. Di lain pihak, kubu Persitara mengaku puas dengan bisa happy ending di kandang. "Kemenangan ini untuk NJ Mania (sebutan suporter Persitara, Red)," ujar pelatih Abdurrahman Gurning. Gurning mengatakan kemenangan Persitara atas Persik itu karena anak asuhnya mampu mematikan dua winger Persik Erol Iba dan Yohanes Yuni Yantara. Akibatnya, serangan Macan Putih menjadi tak berkembang. (tyo/lis/jpnn/fud) Sumber: Radar Kediri
|
| < Prev | Next > |
|---|
Next Match
Persik Vs Persiba, Minggu 13 September 2008, Stadion Brawijaya.TOP SKOR PERSIK
E-mail Account
- Subscribe





















