|
Written by admin
|
|
Saturday, 08 December 2007 |
|
Lewati Batas Akhir Pendaftaran JAKARTA - Episode negatif sepak bola Indonesia di Liga Champions Asia (LCA) musim 2006 sepertinya bakal terulang pada 2008. Indonesia kembali tidak menempatkan satu pun wakil yang berkiprah di ajang sepak bola antarklub terbaik Asia tersebut.
Fakta menyedihkan itu menyusul keluarnya pemberitaan dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC), klub Indonesia baru bisa tampil di LCA pada musim 2009. Munculnya pemberitaan tersebut seiring belum adanya daftar wakil Indonesia yang disodorkan PSSI ke AFC sebagai peserta LCA 2008.
Padahal, batas akhir pendaftaran kontestan LCA musim depan sudah ditutup pada 30 November lalu. Pada 17 Desember nanti, diadakan drawing (undian) pembagian grup LCA 2008.
"Keadaan memang seperti itu. Tapi, tolong dicatat bahwa cerita tersebut bukan karena hukuman. Cerita itu lebih disebabkan karena kami belum bisa mendaftarkan nama klub. Pasalnya, kompetisi di sini kan belum selesai. Bagaimana kami mendaftarkan, sedangkan juara kompetisi saja belum ada," ungkap Nugraha Besoes, sekretaris jendral (Sekjen) PSSI, kemarin (7/12).
"Tapi, kami akan terus berjuang agar wakil Indonesia tetap bisa tampil di Liga Champions Asia tahun depan. Apalagi, keputusan mengenai peserta baru akan diputuskan oleh tujuh anggota komite kompetisi AFC 9 Desember besok," lanjutnya.
Menurut Nugraha, kini PSSI sudah meminta Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) melakukan pertemuan dengan klub guna membicarakan kejadian itu. "Pertemuan tersebut tentu untuk mencari solusi terbaik," ucapnya.
Terlepas dari gerilya yang bakal dilakukan PSSI, fakta yang tersaji saat ini jelas sangat memilukan. Otoritas sepak bola Indonesia (PSSI) sepertinya tidak pernah berkaca diri. Mereka tidak mau berbenah agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang.
Publik bola Indonesia tentu masih ingat dengan peristiwa tragis yang terjadi pada musim 2006. Waktu itu, dua wakil Indonesia Arema Malang (juara Copa Indonesia 2005) dan Persipura Jayapura (juara Liga Indonesia 2005) gagal berkiprah di LCA 2006 hanya karena PSSI terlambat mendaftarkan mereka.(fim/diq) sumber: Jawa Pos
|